This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Monthly Archives: May 2014

Ilustrasi Hidangan paling lezat

Inilah hidangan kita yang paling lezat

Inilah hidangan kita yang paling lezat

 بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله, إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيّئات أعمالنا  من يهدى الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له.أشهد أن لا اله إلاّ الله وحده لاشريك له و أشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله. اللهمّ صلّ وسلّم وبارك على نبيّنا الكريم  محمّد صلّى الله عليه وسلّم و على اله و أصحابه اجمعين.أمّا بعد,
ياأيّها الذين أمنوا اتقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلا و أنتم مسلمون
ياأيّها النّاس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إنّ الله كان عليكم رقيبا
ياأيّها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطيع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما
اعلموا رحمكم الله, فإنّ احسن الكلام كلام الله و خير الهدي هدي محمّد صلّى الله عليه وسلّم وشرّ الأمور محدثاتها وكلّ محدثات بدعة وكلّ بدعة ضلالة وكلّ ضلالة في النار.
Satu hidangan yang  tiada seorangpun kecuali kebanyakan mereka suka menjamahnya,suatu hidangan yang tidak kenal waktu tempat dan kesempatan ketika orang memperebutkannya,tak pendang siapapun orangnya,rakyat atau pejabat, ustadz ataupun santri,’alimnya maupun awwamnya kebanyakan menyukai hidangan tersebut, ketahuilah ikhwah yang dirahmati Allah Ta’alaa, hidangan tersebut adalah ghibah. Allah Ta’alaa mensifati ghibah ini dengan suatu hidangan, dalam firmanNya yang indah Ia ungkapkan :
ياأيّها الذين امنوا اجتنبوا كثيرا من الظنّ إنّ بعض الظنّ إثم ولا تجسّسوا ولا يغتب بعضكم بعضا أن يحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه واتقوا الله إنّ الله توّاب رحيم.
Wahai orang – orang yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kalian mencari – cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian mengghibah sebagian yang lain,sukakah salah seorang diantara kalian memakan bangkai saudaranya ? maka tentulah kalian tidak menyukainya,tentulah kalian merasa jiji dengannya.dan bertaqwalah kepada Allah,Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang. 49:12
Dalam ayat tersebut Allah Ta’alaa mengatakan “ apakah salah seorang diantara kalian – wahai orang-orang yang beriman – suka memakan bangkai saudaranya sendiri ? maka pastilah kalian tidak menyukai hal tersebut ”, kalian membencinya. Allah Ta’ala menggambarkan orang  yang menggibah itu bagaikan seseorang yang memakan bangkai saudaranya, karena saudaranya yang dighibah sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk membela dirinya karena memang ia tidak ada ditempat saat ia dighibah, begitulah mayat atau bangkai, jika ia dirobek kulitnya atau diambil dagingnya, tidaklah mempunyai kemampuan untuk membela diri apalagi melawannya,kemudian dari sinilah diambil kalimat ghibah.
Sedangkan makna ghibah sebagaimana rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan pengertian melalui sabdanya dalam hadits Abi Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu yang di riwayatkan oleh imam muslim :
قال : ” أتدرون ما الغيبة ؟ قالوا : الله ورسوله أعلم, قال : ذكرك أخاك بما يكره, قيل : أفرأيت إن كان في أخي ما أقول ؟ قال : إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته, وإن لم يكن فيه فقد بهتّه “
 “ Tahukah kalian apa itu ghibah ? para sahabat menjawab : Allahu warosuluhu a’lam. kemudian bliau bersabda : – ghibah adalah – engkau menyebutkan tenteang saudaramu apa yang tidak disukainya. kemudian ditanyakan kepada beliau : – ya rosululloh – bagaimana menurutmu jika apa yang aku katakan itu ada pada saudaraku tadi, beliau menjawab : jika memang apa yang engkau sebutkan itu ada pada dirinya, maka sungguh engkau telah mengghibahnya, dan jika apa yang engkau sebutkan ternyata tidak ada pada dirinya, maka engkau telah berdusta ”.
Inilah yang disebut hidangan yang lezat, yang sering kita dapatkan suguhan ini di berbagai macam majlis, dari mulai majlis yang di pinggiran jalan, di pasar – pasar, majlis di meja makan, bahkan sampai di majlisil ‘ilmi kadang kita mendapatkan hidangan tersebut. Dan hidangan inilah yang kebanyakan orang tertarik menyantapnya. Na’am ayyuhal ikhwah, ghibah sangat akrab di lidah – lidah mayoritas kaum muslimin, dimana rakyat senang mengumbar lidahnya untuk mengghibah pemimpinnya, dan juga para santri sangat akrab dengan mengghibah ustadz – ustadznya, dan sebaliknya – dan sebaliknya… Hidangan ghibah kadang tercicipi oleh siapa saja, tak luput orang sholehpun kadang ikut mengambil bagiannya. Satu kisah yang menarik yang terjadi pada zaman rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, kebiasaan rosululloh dan para sahabatnya jika mereka safar –bepergian-, berangkat bersamanya seorang yang akan menjadi pelayan dalam perjalanannya, atau memang mereka dalam safarnya sengaja membawa pelayannya masing masing, suatu ketika rombongan tersebut bermalam di suatu tempat dengan mendirikan tenda, di pagi harinya Abu Bakar Ashshidiiq dan ‘Umar rodhiyallohu ‘anhuma keluar dari tendanya seraya berkata, ” mana pelayan kita yang malas dan tukang tidur itu, sehingga sampai saat ini belum menyiapkan sarapan buat kita ? ” tidak lama kemudian pelayan itu datang dan mengucapkan salam pada kedua tuannya, akhirnya keduanyapun memerintahkannya untuk mengambil sarapan di tenda rosululloh, sesampainya di tenda rosululloh, ditanyalah pelayan tadi “  apa yang diperintahkan tuanmu kepadamu “ maka ia menjawab “ aku diperintahkan untuk mengambil sarapan untuk keduanya “ kemudian rosululloh berkata “ pagi ini tuanmu sudah sarapan dengan sepotong daging “ dengan rasa heran, pelayan tadipun mendatangi tuannya dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tadi, akhirnya kedua tuannya yaitu Abu Bakar dan ‘Umar rodhiallohu ‘anhuma, orang terbaik di kolong langit ini setelah rosululoh shollallohu ‘alaihi wasallam mendatangi beliau dan minta di mohonkan ampun kepada Allah Ta’alaa karena telah melakukan suatu dosa berupa mengghibah pelayannya.
Ketahuilah bahwasanya ghibah adalah haram bi nashil kitabi was sunnah, dan begitulah para ulama sepakat tentang pengharaman semua bentuk ghibah tanpa kecuali, hanya saja yang mengandung mashlahat yang  jelas untuk islam dan muslimin maka  tidak termasuk dalam kategori yang dilarang.
Na’am ayyuhal ikhwah, ghibah adalah termasuk dalam kategori dosa besar, begitulah yang dikatakan imam Ahmad dan yang lainnya, seperti yang dilantumkan Ibn ‘Abdul Qowii dalam mandhumahnya :
                            و قد قيل غيبة و نميمة  #
                                                    و كلتهما كبرى على نص أحمد  #
“ Dan dikatakan bahwasanya ghibah dan namimah, keduanya dosa besar menurut nash imam Ahmad “
Siapa diantara kita yang tidak tahu bahwasanya ghibah adalah dosa besar ?
Siapa diantara kita yang tidak tahu bahwasanya ghibah adalah perkara yang diharamkan ?
Siapa diantara kita yang tidak tahu bahwasanya ghibah adalah amalan jelek lagi tercela dalam islam ? tapi kenapa kita selalu ingin akrab dengan kejelekan yang satu ini, apakah kita memang tidak tahu, atau pura – pura tidak tahu akan diharamkannya ghibah ?
Satu bait yang ditulis Ibn Qoyyim rohimahulloh Ta’alaa:
فإن كنت لا تدرى فتلك مصيبة *** وإن كنت تدرى فالمصيبة أعظم
Dan jika engkau tidak tahu, maka itu suatu musibah.
Dan jika engkau mengetahuinya, maka musibahnya lebih besar lagi.
Dan jika engkau tidak tahu bahwasanya ghibah adalah dosa besar, maka ini adalah musibah. Karena ghibah begitu susah kita menghindar darinya – illa man rohima robbuh -
Dan jika engkau mengetahuinya namun terus asik melakukannya, maka musibahnya lebih besar lagi.
Ghibah sangatlah bertentangan dengan tujuan diturunkannya agama ini, dimana agama ini diturunkan untuk menjaga lima perkara, diantaranya adalah menjaga kehormatan seseorang, sedangkan ghibah justru mengobral harga diri dan kehormatan orang lain, menelanjangi aib orang lain tanpa ada sedikitpun peduli dengannya.
Tidakkah kita mendengar apa yang di sabdakan rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dalam hajjatil wadaaa’, dimana beliau mengatakan :
إنّ دماءكم وأموالكم وأعراضكم عليكم حرام كحرمة يومكم هذا و شهركم هذا و بلدكم هذا. رواه البخاري
“ Sesungguhnya darah – darah kalian, harta – harta kalian , harga diri atau kehormatan kalian haram atas kalian, seperti haramnya hari ini, bulan ini, dan negri kalian ini.
Ghibah bukanlah suatu amalan yang Allah Ta’alaa ridhoi, bahkan ghibah merupakan amalan yang dibenci Allah azza wajalla, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abi Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu yang diriwayatkan oleh imam Muslim :
إنّ الله يرضى لكم ثلاثا ويكره لكم ثلاثا, ………………… يكره لكم قيل وقال.
Sesungguhnya Allah Ta’alaa ridho terhadap kalian tiga perkara dan membenci tiga perkara pula, – diantaranya Ia menyebutkan – Ia membenci pada kalian qiila wa qoola, dikatakan dan diapun mengatakannya, penyebar berita dan pembawa fitnah, pengghibah dan nammaam.
Dalam suatu riwayat dikatakan :
كفى بالمرء إثما – كذبا – أن يقول – أن يحدث – بما سمع.
“ Cukup bagi seseorang dikatakan berdosa – pembohong – dengan senantiasa ia berkata – menceritakan – setiap apa yang dia dengar ”.
Berkata al imam Abu Hatim Ibn Hibban :
الواجب على العاقل أن ينصف أدنيه من فيه, ويعلم أنّه إنّما جعلت له أدنان و فمّ واحد ليسمع أكثر فيما يقول.
“  Wajib bagi seorang yang berakal agar adil dalam menempatkan haq kedua telinganya daripada satu mulutnya, dan hendaknya orang yang berakal tadi mengerti hanyasanya dijadikan untuknya dua telinga dan satu mulut agar dia lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Terhadap penggibah, tidak ada orang yang selamat dari lisannya yang busuk, tidak ada dimata pengghibah keciali kekurangan – kekurangan, kejelekan – kejelekan, aib – aib orang lain yang  berhamburan dari mulutnya, sedang dirinya merasa paling bersih dari aib dan kesalahan. Bagaimana orang lain akan merasa tenang, aman dan selamat darinya illa man rohima robbuh. Sedangkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda dalam hadits Ibn ‘Amr rodhiyallohu ‘anhhu yang diriwayatkan imam Bukhori :
المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده
“ Seorang muslim adalah yang orang – orang muslim lainnya selamat dari bahaya lidah dan tangannya ”. sedangkan pengghibah, tidak ada orang yang selamat dari lisannya yang busuk menebarkan bisa dan menyulut permusuhan, tanpa dia sadari kalau sebenarnya dirinya sedang mengumpulkan api untuk membakarnya kelak di akhirat, menyesalah orang yang menyesal kelak, merugilah orang yang merugi nanti, di hari pembalasan yang tak lagi berguna harta benda famili anak saudara, kecuali hati yang bersih yang dibawa untuk menghadap ilaahi robbi.
Benar apa yang dikatakan al imam Ibn Hatim :
الواجب على العاقل أن يلزم الصمت إلى أن يلزم التكلّم, فما أكثر من ندم إذا نطق, و أقلّ من يندم إذا سكت.
“ Wajib bagi seorang yang berakal agar membiasakan diam dari pada dirinya membiasakan untuk banyak bicara, maka berapa banyak orang yang menyesal apabila ia telah berbicara, dan sedikit orang yang menyesal apabila ia diam “.
Wahai saudara – saudaraku yang Allah Ta’alaa rahmati. Jauhilah ghibah dan kebiasaan membicarakan kejelekan orang ! kejelekan – kejelekan wulaatul amr, diantaranya adalah para ‘ulama dan pemerintah.
Dan ketahuilah wahai saudara – saudaraku, bertambahnya dosa dan kejelekan yang dihasilkan dari ghibah, sejauh mana objek yang ia ghibahi, membicarakan kejelekan atau aib – aib orang ‘alim baik ustadz – ustadz kita ataupun para ulama, atau membicarakan aib para pemimpin kita dengan ghibahnya terhadap kebanyakan manusia, jelas tidak sama dosa dan kejelekan yang ditimbulkan darinya.
Saudara – saudaraku yang Allah Ta’alaa rahmati. Tinggalkan, jauhkan, larilah kalian dari amalan yang buruk ini seperti kalian lari dari binatang buas. Karena sesungguhnya setiap kalimat yang keluar dengan disertai ghibah terhadap seseorang hanya akan mengurangi kebaikan – kebaikan yang kita kumpulkan dan menambah kebaikan buat orang yang dighibahinya. Sebagaimana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah haditsnya :
قال : أتدرون من المفلس فيكم ؟ قالوا : من لا درهم عنده ولا متاع, قال : لا, المفلس من يأتي يوم القيامة بحسنات أمثال الجبال, فيأتي وقد ظلم هذا وشتم هذا, وأخذ مال هذا, فيأخذ هذا من حسناته  وهذا من حسناته  وهذا من حسناته, فإن بقي من حسناته شيئ  وإلّا أخذ من شيّئاتهم  وطرح عليه, ثمّ طرح في النار. رواه مسلم و أحمد.
Rosululloh bersabda : tahukah kalian siapa orang yang bangkrut di antara kalian ? kemudian para sahabat menjawab : orang yang bangkrut adalah orang yang tidak tersisa padanya uang dan harta benda, rosululloh bersabda : tidak, bukan. Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan – kebaikan seperti gunung – banyak sekali -, kemudian dia datang sedangkan sewaktu di dunia pernah mendholimi fulan dan pernah mencaci maki fulan,dan juga pernah mengambil harta si fulan, kemudian fulan yang ini mengambil kebaikannya dan juga yang fulan yang itu,kalau ada kebaikan yang masih tersisa,kalau tidak ada,diambilnya kejelekan – kejelekan meraka dan dilemparkan kepadanya,dan akhirnya dia dilemparkan ke neraka. wal ‘iyaadu billaah. Kita berlindung kepada Allah dari amalan yang mengantarkan kepada kemurkaan Allah Ta’alaa, dan marilah kita memperbaiki amalan – amalan kita selagi masih ada kesempatan kita hidup di dunia, dan semoga Allah mengumpulkan kita dalam barisannya orang – orang bertaqwa.

wallahu a’lam

Ilustrasi Hidangan paling lezat

Ilustrasi Hidangan paling lezat

td

Diantara etika seorang guru bersama peserta didiknya

Diantara etika seorang guru bersama peserta didiknya adalah :

  1. Ikhlas karena Allah Ta’ala dalam mengajar, dan berniat untuk menyebarkan ilmu, menghidupkan syari’at agama ini.
  2. Mengajarkan kepada peserta didiknya tentang memperbaiki niat dalam belajarnya. Dimana seorang pelajar harus meniatkan dalam belajarnya hanya mengharap wajah Allah Ta’ala. Dengan ini, sebagian ulama salaf ada yang berkata : “kami menuntut ilmu dengan diniatkan untuk selain Allah (tidak ikhlas) maka ilmu itu enggan untuk bersemayam, ilmu hendak bersemayam pada yang mencarinya ketika diniatkan hanya karena Allah (ikhlas) “.
  3. Senantiasa memberikan motivasi untuk mencari dan mendapatkan ilmu, dalam berbagai keadaan.
  4. Memuliakan peserta didik dan perhatian akan kemaslahatannya, mencintai peserta didiknya seperti ia mencintai dirinya sendiri.
  5. Memahamkan ilmu kepada peserta didik sesuai dengan kadar berpikirnya (seuai kemampuan berpikirnya). Tidak perlu ingin dikatakan atau dilihat bagus dengan istilah-istilah modern atau yang lainnya, tapi bagaimana penjelasannya bisa dipahami oleh peserta didik.

Wallahu a’lam bish showab.
Bias dilihat dalam mukhtashor tadzkirotu saami’ wal mutakallim fii adabil ‘aalim wal muta’allim